Pagi itu bertepatan dengan 1 Muharam di penanggalan Islam dan 1 suro di penanggalan Jawa, hari masih pagi ketika saya bergegas dengan Ransel dan Kamera yang setia menemani setiap penjelajahan . Dan Jam menunjukakn pukul 05.00 Wib. Saya yang berada di kota Temanggung bersiap menuju dataran tinggi Dieng. Sebenarnya rute perjalanan dari Temanggung menuju dieng bisa di tempuh dengan memakan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan , tetapi ada yang beda dengan perjalanan saya kali ini.
Selain di temani si Ransel hitam , kali ini ada orang spesial yang bakal nemenin perjalanan saya menuju Tanah para dewa . Dari halte bus di Temanggung ,tujuan, pertama saya , adalah kabupaten Weleri ,karna di kota itu saya akan bertemu dengan teman" yang spesial. Perjalanan di mulai dari kota sukorejo di lanjut dengan menggunakan bus dengan jurusan Weleri. dari Temanggung hingga weleri memakan waktu selama 3 jam perjalanan. sekitar jam 8 lebih sedikitlah saya sampai di sana dan bertemu dengan penjelajah yang lain. Dari sini penjelajahan kita di mulai. Mengambil rute weleri -sukorejo - dan kemudian melewati sisi utara gunung sindoro tepat nya di kecamatan tambi rute perjalan yang bakal di lewati. dan Hari itu sekitar ukul 09.00wib kita ber6 memulai petualangan kita menuju Tanah Para Dewa. pagi itu jalanan cukup padat tapi tetep lancar , dan dengan menggunakan mobil rental yang setiap peserta nya kena tarif Rp.100.000 kita berangkat. Jalanan menuju dataran tinggi dieng ini medan nya cukup susah selain di dominasi oleh tanjakan , jalanan nya pun banyak sekali yang berllubang, tapi semua itu terbayar oleh pemandangan alam yang menakjubkan. Disisi kanan dan kiri di suguhi Lukisan Sang maha pencipta berupa pemandangan alam gunung Sindoro yang hijau dengan perbukitan perbukitan yang bikin adem mata, serta pemandangan kebun Teh yang terhampar luas beserta wanita" terkuat si pemetik Teh. Awesome banget pokok nya.....
selepas melewati daerah Tambi , kita memasuki daerah kabupaten wonosobo... Aroma Tanah dan udara khas dataran Tinggi dieng mulai tercium disini... Pemuda pecinta alam dengan Carier di punggung dan raut muka bahagia menjadi pemandangan yang biasa di jumpai di sini. Karena bertepatan dengan Tahun baru Islam atau satu suro tradisi naik gunung sudah wajib bagi pereka yang hobi mendaki.. jadi tak heran jika hari itu Dieng rame banget sama para pendaki yang bau turun Gunung.
Destinasi pertama kita setelah sampai di dataran tinggi dieng adalah Telaga warna, tapi sebelum kita naik" ke telaga warna ke dieng kata nya sih nggak afdol kalo nggak foto di Gapura yang bertulisakan DIENG PLATEAU, so... kita sempetin berenti sebentar buat take a picture sama ngeksis dulu sambil nyemill buah Carica. di sekitaran gapura selamat datang banyak banget yang jual buah asli dieng ini, buah carica yang sudah di olah menjadi manisan ini di bandrol dengan harga Rp.3000 saja, rasa nya manis kaya yang nulis artikel ini wkwkwkwk.... trus danging buah nya hampir mirip rasanya kaya pepaya mengkal.. kalo buat saya pribadi sih ini enak.
ini pose nya salah satu teman saya yang lagi liatin jalanan nggak sengaja ke jebret kamera ... hehehe :D
Carica tiga ribyan yang manis kaya yang nulis... wkwkwkwkw
Perjalanan nggak berenti sampai di carica aja ya gan.. kita masih lanjut naik lagi ke atas.... ngeliat danau yang syarat mitos di kawasan dataran Tinggi Dieng ini... Sebenar nya sih aada banyak objek wisata di disini cuman kita bakal menyambangi beberapa objek wisata saja .... setelah nglanjutin perjalanan sekitar 15 menit kita masuk ke area wisata dataran tnggi dieng . Di pintu asuk ini kita di kenakan retribusi sebesar Rp.18000 per orang untuk 3 Lokasi wisata yaitu Candi Arjuna , Komplek Dieng theater , dan Kawah sikidang.
Tapi destinasi pertama kita adalah TELAGA WARNA.
Berdasakan sejarah yang saya liat dan saya dengar pas waktu nonton movie nya Dieng plateau , konon kata nya dataran tinggi dieng ini terbentuk akibat letusan Gunung api Purba ratusan taun lalu, yang kini sudah tidak aktif lagi dan menjadi kantong Hujan. Dan mitos yang berkembang di masyarakat dieng sendiri, konon kata nya kalau Telaga warna ini adalah tempat mandi nya dewi nawang wulan, atau salah satu personil nya 7 bidadari dalam legenda masyarakat sekitar.Pas kita nyampai sana, ada yang berbeda dari pemandangan telaga warana yang dulu saya pernah liat, mungkin karena dampak dari musim kemarau yang cukup lumayan panjang, jadi adebit atau volume air disni menurun di banding pas kalian berkunjung pada musim' penghujan.
wallaaa.... ini saya pas berada di tepi danau Telaga Warna.... view nya keren ya? kaya di lukisan.. hehehe
karena telaga warna tidak termasuk 3 obyek wisata yang kami bayar di muka tadi.. maka kita harus bayar retribusi masuk lagi sebesar Rp.6000 per orang nya
dan ini penampakan salah seorang teman saya di salah satu sudut telaga warna
dan ini view telaga warna di ambil dari samping
setelah berpose bersama telaga warna .. perjalanan di lanjut menuju tujuan yang ke dua... nggak jauh dari telaga warna hanya beberapa meter saja naik keatas.. kita bakal ketemu sama gedung bioskop yang memutar film tentang dokumentasi dan sejarah dieng, DIENG THEATER . disini wisatawan bisa nengetahui tentang sejarah kegunung apian terutama asal mula terbe ntuk nya dataran tinggi dieng ini.
Dieng theater ini berkapasitas 60 kursi, dengan layar berukuran 2x3 meter , yang setiap hari nya memutarkan film dokumenter tentang dieng, kebuadayaan dan adat istiadat masyarakat setempat. rasa nya kurang pas kalo liburan ke dieng nggak ikutan nonton di teather mini ini.
karna letak nya di permukaan yang lebih tinggi.. otomatis pemandangan di depan gedung theater ini wow banget keren ... ini salah satu jepretan nya...
Selain di temani si Ransel hitam , kali ini ada orang spesial yang bakal nemenin perjalanan saya menuju Tanah para dewa . Dari halte bus di Temanggung ,tujuan, pertama saya , adalah kabupaten Weleri ,karna di kota itu saya akan bertemu dengan teman" yang spesial. Perjalanan di mulai dari kota sukorejo di lanjut dengan menggunakan bus dengan jurusan Weleri. dari Temanggung hingga weleri memakan waktu selama 3 jam perjalanan. sekitar jam 8 lebih sedikitlah saya sampai di sana dan bertemu dengan penjelajah yang lain. Dari sini penjelajahan kita di mulai. Mengambil rute weleri -sukorejo - dan kemudian melewati sisi utara gunung sindoro tepat nya di kecamatan tambi rute perjalan yang bakal di lewati. dan Hari itu sekitar ukul 09.00wib kita ber6 memulai petualangan kita menuju Tanah Para Dewa. pagi itu jalanan cukup padat tapi tetep lancar , dan dengan menggunakan mobil rental yang setiap peserta nya kena tarif Rp.100.000 kita berangkat. Jalanan menuju dataran tinggi dieng ini medan nya cukup susah selain di dominasi oleh tanjakan , jalanan nya pun banyak sekali yang berllubang, tapi semua itu terbayar oleh pemandangan alam yang menakjubkan. Disisi kanan dan kiri di suguhi Lukisan Sang maha pencipta berupa pemandangan alam gunung Sindoro yang hijau dengan perbukitan perbukitan yang bikin adem mata, serta pemandangan kebun Teh yang terhampar luas beserta wanita" terkuat si pemetik Teh. Awesome banget pokok nya.....
selepas melewati daerah Tambi , kita memasuki daerah kabupaten wonosobo... Aroma Tanah dan udara khas dataran Tinggi dieng mulai tercium disini... Pemuda pecinta alam dengan Carier di punggung dan raut muka bahagia menjadi pemandangan yang biasa di jumpai di sini. Karena bertepatan dengan Tahun baru Islam atau satu suro tradisi naik gunung sudah wajib bagi pereka yang hobi mendaki.. jadi tak heran jika hari itu Dieng rame banget sama para pendaki yang bau turun Gunung.
Destinasi pertama kita setelah sampai di dataran tinggi dieng adalah Telaga warna, tapi sebelum kita naik" ke telaga warna ke dieng kata nya sih nggak afdol kalo nggak foto di Gapura yang bertulisakan DIENG PLATEAU, so... kita sempetin berenti sebentar buat take a picture sama ngeksis dulu sambil nyemill buah Carica. di sekitaran gapura selamat datang banyak banget yang jual buah asli dieng ini, buah carica yang sudah di olah menjadi manisan ini di bandrol dengan harga Rp.3000 saja, rasa nya manis kaya yang nulis artikel ini wkwkwkwk.... trus danging buah nya hampir mirip rasanya kaya pepaya mengkal.. kalo buat saya pribadi sih ini enak.
ini pose nya salah satu teman saya yang lagi liatin jalanan nggak sengaja ke jebret kamera ... hehehe :D
Carica tiga ribyan yang manis kaya yang nulis... wkwkwkwkw
Perjalanan nggak berenti sampai di carica aja ya gan.. kita masih lanjut naik lagi ke atas.... ngeliat danau yang syarat mitos di kawasan dataran Tinggi Dieng ini... Sebenar nya sih aada banyak objek wisata di disini cuman kita bakal menyambangi beberapa objek wisata saja .... setelah nglanjutin perjalanan sekitar 15 menit kita masuk ke area wisata dataran tnggi dieng . Di pintu asuk ini kita di kenakan retribusi sebesar Rp.18000 per orang untuk 3 Lokasi wisata yaitu Candi Arjuna , Komplek Dieng theater , dan Kawah sikidang.
Tapi destinasi pertama kita adalah TELAGA WARNA.
Berdasakan sejarah yang saya liat dan saya dengar pas waktu nonton movie nya Dieng plateau , konon kata nya dataran tinggi dieng ini terbentuk akibat letusan Gunung api Purba ratusan taun lalu, yang kini sudah tidak aktif lagi dan menjadi kantong Hujan. Dan mitos yang berkembang di masyarakat dieng sendiri, konon kata nya kalau Telaga warna ini adalah tempat mandi nya dewi nawang wulan, atau salah satu personil nya 7 bidadari dalam legenda masyarakat sekitar.Pas kita nyampai sana, ada yang berbeda dari pemandangan telaga warana yang dulu saya pernah liat, mungkin karena dampak dari musim kemarau yang cukup lumayan panjang, jadi adebit atau volume air disni menurun di banding pas kalian berkunjung pada musim' penghujan.
wallaaa.... ini saya pas berada di tepi danau Telaga Warna.... view nya keren ya? kaya di lukisan.. hehehe
karena telaga warna tidak termasuk 3 obyek wisata yang kami bayar di muka tadi.. maka kita harus bayar retribusi masuk lagi sebesar Rp.6000 per orang nya
dan ini penampakan salah seorang teman saya di salah satu sudut telaga warna
dan ini view telaga warna di ambil dari samping
setelah berpose bersama telaga warna .. perjalanan di lanjut menuju tujuan yang ke dua... nggak jauh dari telaga warna hanya beberapa meter saja naik keatas.. kita bakal ketemu sama gedung bioskop yang memutar film tentang dokumentasi dan sejarah dieng, DIENG THEATER . disini wisatawan bisa nengetahui tentang sejarah kegunung apian terutama asal mula terbe ntuk nya dataran tinggi dieng ini.
Dieng theater ini berkapasitas 60 kursi, dengan layar berukuran 2x3 meter , yang setiap hari nya memutarkan film dokumenter tentang dieng, kebuadayaan dan adat istiadat masyarakat setempat. rasa nya kurang pas kalo liburan ke dieng nggak ikutan nonton di teather mini ini.
karna letak nya di permukaan yang lebih tinggi.. otomatis pemandangan di depan gedung theater ini wow banget keren ... ini salah satu jepretan nya...
jika kalian sedang berada disini ... nggak ada salah nya jika jalan" menuju ke batu ratapan. disitu kita bisa menyaksikan pemandangan yang awesome banget.. pemandangan telaga warna dan telaga pangilon dari sudut ketinggiiann kaya gini nih...
temapat iini bisa di capai dengan berjalan kaki nggak jauh dari komplek dieng theater, ikuti saja jaalan aspal di depan gedung dieng theater naik keatas dan ada pertigaan belog ke kiri.. dan wallla... welcome to hidden paradise....
habis nonton ... kita masih harus nglanjutin perjalanan ke tujuan berikut nya nggak jauh dari tempat nonoton yang tadi.. berjarak sekitar 300 meter turun ke bawah .. kita menuju kawah si kidang...
Kawah sikidang dan mitos rambut gembel... mitos atau legenda yang beredar di lingkungan masyarakat dieng mengenai proses terbentuk nya kawah ini sangat erat hubungan nya dengan cerita rakyat setempat mengenai asal mula anak" dieng yang berambut gembel atau gimbal. yang di kisahkan di dalam legenda tentang cerita kutukan pangeran kidang garungan yang sebelum akhir hayat nya mengutuk semua keturunan putri sintha dewi memiliki rambut gimbal karena kekecewaan nya terhadap sang putri. akan tetapi menurut sejarah kegunungapian , kawah sikidang terbentuk akibat letusan gunung apai purba pada ratusan tahun lalu.. waallohi.. semua rasahasia hanya milik alloh sang pemilik jagad raya ini. dikawasdan komplek kawah sikidang ini banyak di jumpai masyarakat sekitar yang mencari rejeki dengan carar berjualan makanab khas daerah setmpat , ada juga seniman bambu yang dengsn lincah memainkan semua alat musik yang terbuat dari bambu dan ada juga sekelompok seniman yang menyebut diri nya "panji buto cakil " mereka bergaya dan berdandan layak nya buto cakil, sehinggga menarik minat pengunjung untuk berfoto dengan mereka...
jajanan yang banyak di jumpai sekitar kawah
panji buto cakil dan temen" saat berpose bersama
adahal yang unik di kawah sikidang ini... yang bikin saya berenti dan heran.. di kawah ini ada yang jual telur rebus yang di rebus langsung dengan air aliran dari kwah sikidang yang konon ksatanya bisa nyembuhin jerawat...
menjelang sore perjalnan kita lanjutkan menuju komplel candi arjuna....
masih dalam kawasan dataran tinggi dieng juga... letak nya di sebelah barat kawah sikidang...
candi yang tergolong ke dalam candi hindu ini terletak di dataran tinggi dieng
Candi Arjuna berukuran 6 x 6 m dan menghadap ke arah barat. Pada pintu masuk dan relung-relungnya dihiasi kala makara. Atap candi berjenjang dengan menara-menara kecil di setiap sudut. Ditemukannya prasasti berangka tahun 731 Caka (809 M) di dekat Candi Arjuna dapat menjadi petunjuk pembangunan candi sekitar awal abad IX masehi.
salah satu teman saya yangberpose di depn bangunan candi...
pemandangan senja di atas candi....
dan... wellll perjalan kita hari ini berakhir sampai di candi arjuna.... dieng memang istimewa... kaya akan budaya mitos keindahan alam dan surga yang tersembunyi. sebuah perjanan yang berkesan hari itu.... ada pepatah bilang satu foto bisa mewakili banyak cerita.... see u guys...














0 Komentar untuk "Pesona Alam Tanah Para Dewa "Dataran Tinggi Dieng""