Menelusuri perjalanan Sang Patih Gajahmada (Air Terjun Madakaripura Probolinggo Jawa Timur)

Indonesia kaya akan sejarah, terutama kerajaannya. Salah satunya adalah Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Patih Gajahmada. Di Probolinggo Jawa Timur, terdapat air terjun dimana konon adalah tempat dari Sang Patih bertapa (semedi). Karena bentuk air terjunnya yang unik, yaitu terdiri dari 5 air terjun dengan pemandangan yang menakjubkan serta sejuta misteri yang tersimpan di dalamnya, membuatku ingin kesana. Aku yang bertempat tinggal di Malang, termasuk mudah untuk menuju kesana, namun rute yang kupilih memerlukan perjuangan yang tak bisa dilupakan.

Agustus 2014, aku kedatangan tamu istimewa dari Jogjakarta. Katanya dia mau jalan-jalan di Malang. Gagal ke Gunung Semeru, karena fisik yang kurang sip saat itu, akhirnya aku cari destinasi jalan-jalan lainnya. Air Terjun Madakaripura itulah tujuan kami. Persiapan yang harus ada jika mau ke Air Terjun Madakaripura;
-Tas (Kalo bisa anti air atau pakai coverbag)
-Sandal jepit (alas kaki yang ringan. Sendal gunung lebih bagus. Tidak disarankan memakai sepatu)
-Baju siap basah
-Jas hujan
-Kresek (Kantong plastik)
-Camera jangan lupa hehee..

Lalu modal pertama adalah niat. Tandanya orang niat, bisa bangun pagi saat hari H. Berangkat pagi pukul 06.30, naik motor bebek tangguh, aku dan dia beranjak menelusuri salah satu keindahan di bumi Indonesia. Sebenarnya ada dua jalur yang bisa kita lewati, yang pertama Jalur dari Malang ke arah Surabaya lalu pilih ke Tongas Probolinggo. Lebih deket sih, tapi pemandangannya hanya truk-truk, bus, dan banyak kendaraan. Kami memilih rute kedua, yaitu lewat Tumpang-Malang, meuju ke Gunung Bromo lewat Cemorolawang lalu menuju Tongas. Jauh memang, namun pemandangannya sangat menakjubkan.


Bensin motor wajib full, makanan ringan, air putih dan motor harus dalam keadaan fit. 06.30, beranjak menuju Tumpang, lalu ke Gubuk Klakah. Di Gubuk Klakah, ada terdapat wisata air terjun. Namanya Coban Pelangi. Tiket masuknya 7000/orang + parkir 3000/motor (Agustus 2014). Lanjut terus keatas, dan kami menuju Ngadas. Jalannya tidak terlalu jelek, sudah aspal dan mudah di lalui. Oiya, sekedar saran, jika tidak berniat untuk camp atau semacamnya, gunakan tas ransel biasa, lewati saja setiap pos pendaftara atau pos jaga. Karena jika menggunakan tas Cerrier, maka akan dianggap ingin bermalam karena memasuki wilayah wisata Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Sampai di desa Ngadas, bensin motor tinggal setengah. Cepet  habis karena medan yang dilalui berupa tanjakan. Isi bensin eceran ada, harganya 9000/liter.

Selanjutnya menuju kearah Jemplangan. Di Jemplangan, terdapat dua jalur, yang pertama ke arah Gunung Bromo, dan kedua ke arah Ranu Pane (Gunung Semeru). Kita ambil ke arah Gunung Bromo. Jalan yang dilalui tidak begitu bagus, dominan pasir, debu dan batu yang cukup besar. Disarankan untuk berhati-hati sekali. Setelah itu, kita akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah, yaitu bukit Teletubies.




Setelah dari bukit Teletubies, persiapkan mental dan fisik, karena sehabis ini, medannya cukup berat. Menuju padang Savana Gunung Bromo.


Jalan yang berpasir umumnya sulit untuk dilewati. tapi jangan takut, banyak kok yang kesana naik motor. Jadi gak akan sendirian. Disini kita juga bingung menentukan tujuan, karena luasnya padang pasir Gunung Bromo. Jadi perhatikan darimana arah Jeep wisatawan datang, kesanalah kita menuju.



Ini adalah medan tersulit yang harus dilalui, yaitu melalui padang pasir Gunung Bromo menuju Pura Ponten (gerbang masuk Cemorolawang). Hal pertama, jangan panik karna yang akan dilihat hanyalah hamparan luas padang pasir. Carilah Jeep dan perhatikan darimana arah mereka. Jika tidak ada, carilah menara tower, kalo itu pasti kelihatan, karna kan tinggi. Kita menuju ke arah tower tersebut. Karena tower tersebut berada di Cemorolawang.

Setelah berhasil menuju tower, selamat karna telah sampai di kabupaten Probolinggo. Perjalanannya cukup jauh, namun medannya tidak sesulit yang tadi. Jalannya pun dominan oleh turunan. Ikuti jalan, jika ada persimpangan antara ke kiri dan kanan, tetep pilih lajur kiri yang nantinya menuju ke arah Surabaya. Ikuti jalan, nanti akan ketemu pasar, yang lumayan besar trus ada plang penunjuk arah ke Air Terjun Madakaripura 5km ke kiri. Setelah belok ke kiri, ikutin jalan. Suasananya lumayan sepi, rumah-rumah penduduk pada umumnya dan perkebunan yang lumayan luas. Dari sini banyak penunjuk arah menuju Madakaripura, jadi nggak seberapa membingungkan. Gerbang pertama yang nanti bakalan kalian temukan adalah gerbang masuk, dimana tarif yang berlaku itu 3000/orang (Agustus 2014). Lalu ikuti jalan lagi, sekitar sini sudah jarang sekali rumah penduduk. Kebanyakan mungkin hutan mini. Gerbang kedua adalah gerbang parkir yaitu 3000/motor dan 5000/mobil.

Setelah beberapa meter, terdapat banyak warung-warung jualan, toilet, dan ada patung Patih Gajahmada. Harga warung disini relatif terjangkau, misalnya indomie telor 7000, es teh manis 2000. Ya, standarlah. Nah, ini yang harus diperhatikan saat dilokasi.
-Jika kalian ditanya sudah pernah kesini atau belum, bilang saja sudah pernah. Karna ini adalah salah satu taktik pemandu disini. Mereka akan mengikuti kalian dengan iming-iming membantu, tapi nanti di akhir perjalanan, kalian akan dikenakan tarif pemandu 50rb hingga 100rb.
-Saran, kalian bergabung dengan kelompok lainnya. Kenalan plus menambah teman baru.
-Disini banyak yang menawarkan penitipan tas, jaket, helm, silahkan dititipkan karena FREE. Tapi ingat, jangan meninggalkan barang berharga, seperti HP, Dompet, Kamera. Itulah gunanya kalian membawa kantong kresek, atau tas yang menggunakan coverbag.
-Ganti pakaian kalian dengan pakaian siap basah, atau siapkan jas hujan. Karena kalian akan menempuh perjalanan 1km 300meter dengan jalan kaki. Di akhir perjalanan, kalian akan melewati dibawah kucuran air terjun setinggi 50meter. Itulah yang membuat kalian akan basah kuyup.
-Pakai sandal jepit, atau sandal gunung. Jangan pakai sepatu karena perjalanan akan melawati sunga-sungai dan bikin kalian basah. Serta perjalanan menuju akhir tujuan, akan melintasi tebing. Tidak bahaya jika kalian hati-hati.

Dan violaa... Selamat, kalian telah mencapai Air Terjun Madakaripura








SELAMAT BERPETUALANG
0 Komentar untuk "Menelusuri perjalanan Sang Patih Gajahmada (Air Terjun Madakaripura Probolinggo Jawa Timur)"

Back To Top